Branding : Pengertian, Unsur, Tujuan dan Fungsinya Dalam Bisnis Lengkap

Posted on

Pengertian Branding, Unsur, Tujuan, Dan Fungsinya Dalam Bisnis

Pengertian Branding – Kata branding berasal dari kata brand, yang dalam bahasa Indonesia artinya merk. Di dalam penggunaannya, kata brand dan juga branding memiliki arti yang berbeda. Pengertian branding adalah segala jenis kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Tujuannya adalah untuk membangun dan membesarkan sebuah brand atau merk tertentu.

Proses branding dapat disebut sebagai upaya komunikasi, yang dibuat dengan sedemikian rupa dan terencana. Yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dengan tujuan untuk membuat sebuah merk menjadi lebih terkenal.

Pengertian Branding Menurut Para Ahli

  1. Pengertian branding menurut Kotler adalah pemberian sebuah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari keseluruhan. Yang tujuannya adalah untuk mengidentifikasi barang atau jasa, atau suatu kelompok penjual dan untuk membedakan dari barang dan jasa pesaing.
  2. Pengertian branding menurut Landa adalah branding bukan hanya sekadar merk saja, atau nama dagang dari sebuah produk, jasa dan juga perusahaan. Tetapi segala hal yang berhubungan dengan beberapa hal yang kasat mata, dari sebuah merk. Mulai dari logo, nama dagang, ciri visual, citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi dan juga anggapan yang ada di benak konsumen dari perusahaan tersebut.
  3. Pengertian branding menurut wikipedia adalah proses penciptaan atau peninggalan tanda dengan jejak tertentu, yang ada di benak dan hati konsumen dengan berbagai cara yang memberi dampak bagi kehidupan konsumen itu sendiri.

Unsur-Unsur Branding

Unsur yang paling penting di dalam sebuah kegiatan branding adalah, nama dagang atau merk itu sendiri. Brand juga harus didukung oleh sebuah lambang atau simbol identitas visual, yang menjadi pendukung komunikasi pemasaran dari sebuah merk. Agar lebih mudah dikenal dan diingat oleh para konsumennya.

Berikut beberapa unsur dalam branding :

  • Nama merek
  • Logo (logo type, monogram, bendera)
  • Tampilan visual (desain produk, desain kemasan, desain seragam, dan lain-lain)
  • Juru bicara (co-founder, mascot, tokoh perusahaan, orang terkenal)
  • Suara (lagu tematik, icon bunyi/ nada)
  • Kata-kata (slogan, tagline, jingle, akronim)
Baca Juga :  Kemandirian : Pengertian, Ciri-ciri, Faktor dan Usaha Menumbuhkan Kemandirian

Jenis-Jenis Branding

  1. Product branding. Yang tujuannya adalah untuk mendorong konsumen, agar lebih memilih produk yang dibranding dengan produk pesaing.
  2. Personal branding. Merupakan sebuah alat pemasaran yang digunakan untuk mengangkat nama dari seorang publik figur, contohnya para politisi, musisi, artis, dan lain sebagainya. Maka publik figur tersebut akan memperoleh citra yang baik di mata masyarakat.
  3. Corporate branding. Tujuan dari corporate branding ini adalah untuk meningkatkan reputasi dari sebuah perusahaan pasar, yang meliputi seluruh aspek dari perusahaan mulai dari produk atau jasa yang ditawarkan. Sampai kontribusi dari karyawan mereka pada setiap masyarakat.
  4. Geographic branding. Tujuannya adalah untuk menunjukkan gambaran dari sebuah produk atau jasa, saat nama lokasi tersebut disebutkan oleh seseorang.
  5. Cultural branding. Tujuannya adalah untuk mengembangkan reputasi tentang lingkungan dan beberapa orang, dari sebuah lokasi atau kebangsaan.

Fungsi Dan Tujuan Branding Pada Perkembangan Sebuah Bisnis

Berikut adalah beberapa fungsi dari branding :

  1. Sebagai pembeda. Sebuah produk yang telah memiliki brand yang kuat, akan mudah dibedakan dengan brand merk lainnya.
  2. Sebagai promosi dan daya tarik. Produk yang memiliki brand yang kuat akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, sehingga akan lebih mudah dipromosikan.
  3. Untuk membangun citra, keyakinan, kaminan kualitas dan prestise. Sehingga membuat suatu produk mudah diingat oleh orang banyak.
  4. Sebagai pengendali pasar. Brand yang kuat akan mudah dalam mengendalikan pasar karena masyarakat akan lebih percaya, lebih mengenal dan lebih ingat brand tersebut.

Tujuan dari branding diantaranya yaitu :

  1. Untuk membentuk suatu persepsi dari masyarakat.
  2. Untuk membangun rasa percaya dari masyarakat terhadap suatu brand.
  3. Untuk membangun rasa cinta dari masyarakat pada sebuah brand tertentu.

Contoh Branding Di Usaha Kecil

Suatu hari ada dua penjual ayam goreng yang memiliki cita rasa yang hampir sama. Yaitu Pak Gilang dan Pak Hari. Ciri khas dari ayam goreng yang mereka jual adalah rasa pedasnya. Namun keduanya menggunakan cara yang berbeda, dalam memperkenalkan ayam gorengnya pada masyarakat.

Pak Gilang bekerja dengan keras untuk meningkatkan kualitas ayam dan pelayanannya. Sehingga hasilnya akan mengikuti. Kalau di dunia bisnis lebih dikenal dengan proses dari mulut ke mulut.

Baca Juga :  PKK : Pengertian, Tujuan, Sasaran, Dan Programnya Lengkap

Khususnya di dunia kuliner, jika suatu rasa dari makanan enak maka promo dari mulut ke mulut akan jalan sendiri tanpa banyak usaha. Sehingga Pak Gilang memiliki pelanggan tetap, dan ia sering mendapat pelanggan karena rekomendasi dan review dari para pembelinya yang lain.

Sedangkan Pak Hari memberi nama ayam gorengnya dengan ayam goreng mercon. Ia juga membuat logo dan memajang logo tersebut di depan warungnya. Ia juga memborbardir akun sosial media seperti facebook, instagram, dan lain sebagainya dengan membuat postingan di dalamnya. Tentang produk ayam goreng merconnya, agar banyak orang yang datang ke warungnya.

Cara ini cukup efektif, dan Pak Hari pun mendapat pelanggan dengan hanya memberi nama warungnya ayam goreng mercon. Serta beberapa usaha dalam berpromosi.

Di luar dari rasa ayamnya yang sama-sama enak, ternyata Pak Hari mendapat lebih banyak pelanggan dibanding Pak Gilang. Bahkan banyak pelanggannya yang berasal dari luar kota. Sedangkan Pak Gilang masih merasa aman dengan para pelanggan setianya, dan pelanggan baru yang mampir ke warungnya. Walaupun jumlah pelanggannya tidak sebanyak Pak Hari.

Pengertian Branding Dan Pengaruhnya Pada Perkembangan Usaha

Pengertian branding adalah membuat sebuah nama atau merk, yang berupa simbol atau desain. Yang tujuannya adalah untuk membedakan produk yang satu, dengan yang lainnya. Seperti contoh Pak Gilang dan Pak Hari tadi, branding milik Pak Hari lebih cepat dikenal karena ia membuat sebuah ciri khas tersendiri pada merk ayam gorengnya.

Berikut ini beberapa manfaat dari branding :

1. Mudah dikenali

Jika memiliki brand atau merk akan menguntungkan usaha yang anda miliki, maka usaha anda akan lebih mudah dikenali oleh para pelanggan. Kebanyakan dari mereka akan memilih produk yang memiliki merk dibanding yang tidak. Karena pelanggan akan berpikir barang yang tidak diberi merk, kualitasnya menjadi tak jelas atau meragukan.

2. Dapat membedakan produk yang satu dengan produk yang lainnya

Fungsi dari branding adalah untuk memberi ciri khas dan menjadi penanda, dari produk yang anda miliki. Sehingga produk tersebut akan mudah dikenali dan diingat oleh para pelanggan, setelah mereka selesai melakukan jual beli. Sehingga akan banyak pelanggan yang akan membeli kembali, suatu jenis produk yang memiliki brand karena lebih mudah diingat.

Baca Juga :  Jenis Bisnis yang Laku Setiap Waktu Meskipun Hari Libur

3. Dapat memengaruhi psikologi dari pembeli

Disadari atau tidak branding juga mampu menyihir psikologis dari si pembeli. Karena dengan memberikan merk pada suatu produk, maka pelanggan akan berpikir produk dari penjual tersebut bagus dan profesional. Dibandingkan jika mereka memilih produk yang dijual bebas tanpa merk, pembeli pasti akan memilih produk yang pasti-pasti saja.

Cara Melakukan Branding Dengan Baik

Walaupun bisnis yang anda miliki masih kecil-kecilan, tetapi branding tetap diperlukan. Dengan memiliki branding yang kuat, maka kemungkinan sukses dari sebuah bisnis di awal akan terbuka lebar. karena anda telah memilih satu langkah yang lebih maju, dalam membuat banyak orang ingat dengan produk yang anda jual.

Berikut ini beberapa cara branding yang baik, yang dapat anda lakukan. Diantaranya yaitu :

1. Memantapkan karakternya

Untuk menemukan sebuah karakter dari suatu produk, ada baiknya anda meninjau dahulu layanan atau produk yang ditawarkan. Apakah produk tersebut sudah memenuhi kebutuhan para pelanggan, atau sudah sesuai dengan target pasarnya?

2. Membayangkan produk yang akan dibranding oleh orang lain

Karakter dari sebuah produk akan terbentuk karena nilainya, tujuan dan juga kepercayaan dari pelanggan. Sehingga pastikan dahulu brand yang dibangun akan mengarah ke sini, dan mudah diingat. Misalnya saja anda ingin makan bakso, maka anda bisa langsung datang ke bakso mercon, bakso keju, dan bakso lainnya yang memiliki ciri khas.

3. Membuat logo dan menuliskan tagline

Logo adalah sebuah penanda dari produk. Sedangkan tagline merupakan komunikasi anda dengan pelanggan. Seperti sebuah warung lalapan yang ada di Malang, dengan ayam geprek Mbok Judes yang memiliki tagline Mangan Sak Warek’e, Sambel sak Dhower’e. bila anda ingin makan pedas sepuasnya, maka anda ingat dengan warung lalapan tersebut. mbok Judes ini identik dengan makanan pedas dan prasmanan.

Sekian penjelasan tentang pengertian branding, dengan unsur, jenis, fungsi, tujuan, contoh, manfaat, dan cara brandingnya lengkap. Semoga menambah wawasan anda dan bermanfaat.

Baca Juga :